Kehamilan ketiga jauh dari rencana. Namun ternyata Alloh masih mempercayakan amanahnya kembali kepada kami. Dengan mengucapkan bismillah kami berusaha menjaga amanah ketiga kami. Pada kehamilan ketiga ini, saya merasa berbeda. Terutama dalam pikiran dan perasaan. Saya lebih perasa dan mudah panik. Awal trimester pertama, saya merasa baik-baik saja. Masih bersepeda berangkat dan pulang dari warung (waktu itu kami membuka warung makan kecil-kecilan). Pemeriksaan di bulan ke-2 kami mencoba dokter yang berbeda. Ya, sambil mencari yang bisa "klik" dengan saya. Setelah sesi pemeriksaan selesai saya berkonsultasi dengan beliau. Menurut beliau janin sehat dan semua normal kecuali, plasentanya. Hiks. Diketahui posisi perlekatan plasenta agak ke bawah. Khawatir dan sedikit panik segera saya cari referensi pengalaman dari teman dan saudara. Berbagai penguatan dari mereka mengurangi tingkat stress emak. Bulan berikutnya keluar flek! Astaghfirulloh, apa lagi ini. Begitu pemikiran ...